NFC Bakal Sering Dipakai

Teknologi terus berkembang, beberapa tahun lalu smartphone menggunakan ram 512mb, sekarang 1gb saja sudah lambat, idealnya berada di 3gb. Belum lagi prosesor, dahulu smartphone dualcore saja 1 jutaan, sekarang apabila kita jeli mencari smartphone, harga 1 jutaan sudah mendapatkan prosesor octa-core.

Untuk layar, dahulu awal android masih menggunakan wvga, sekarang sudah ips, bahkan ada yang munggunakan amoled. Layar 4″ dahulu masih familiar, sekarang layar smartphone rata-rata ada di kisaran 5,5″. Begitu pula dengan aplikasi yang ada, seiring waktu mereka juga rakus memakan resource dari sektor ram, rom dan baterai.

jasa pembuatan website semarang

paket tour lombok

rental mobil semarang

Bluetooth juga terus di tingkatkan, sekrang sudah umum menggunakan bluetooth versi 4 yang lebih hemat baterai, walaupun versi 5 sudah hadir. Belum lagi wifi, sekarang wifi sudah dual band untuk memaksimalkan kecepatan transfer. Nah sekarang kita akan bahas NFC. Apakah itu?

NFC merupakan perangkat yang mampu membuat komunikasi antar perangkat, secara nirkabel, di area yang terbatas. Sistem ini pertama kali diuji coba di ponsel tahun 2007 lalu, dan mulai hadir di smartphone sejak tahun 2010. Di kutip dari gadget.jagatreview.com. Memang NFC tidak terlalu populer karena ia tidak memiliki kecepatan transfer secepat bluetooth dan wifi, tapi sebentar lagi NFC akan banyak di butuhkan.

Untuk cara kerjanya sendiri cukup sederhana, dilakukan dengan memanfaatkan frekuensi radio 13.56 MHz, dari jarak di bawah 10 cm. Perangkat NFC sendiri terbagi dalam dua kelas, yaitu perangkat target dan inisiator. Perangkat target hanya bisa menyimpan data yang nantinya akan dibaca oleh inisiator, sementara perangkat inisiator bisa melakukan pembacaan data di perangkat target, ataupun bertukar data antar perangkat. Contoh perangkat target adalah NFC tag atau NFC card, sementara perangkat inisiator adalah smartphone.

Karena strukturnya yang sangat sederhana, NFC tidak menawarkan kecepatan transfer data yang tinggi. Kecepatan transfer data menggunakan NFC hanyalah 106 kbps, 212 kbps, atau 424 kbps. Hal ini membuat transfer data berukuran besar sangatlah kurang nyaman bila dilakukan melalui NFC. Namun, memang bukan itu tujuan penggunaan NFC ini.
NFC di Smartphone

jasa pembuatan software inventory

jasa maintenance website

jasa pembuatan software semarang

Agar bisa mendukung NFC, smartphone tentunya harus dibekali dengan SoC yang mendukung NFC, atau chip tambahan dengan fungsi serupa, serta dilengkapi oleh antena NFC. Antena ini berfungsi untuk memancarkan gelombang radio ke dalam sebuah area terbatas. Bila ada perangkat NFC lain yang masuk ke dalam area ini, komunikasi, baik pasif (dengan perangkat target) maupun aktif bisa dilakukan.

Sementara, untuk dukungan dari SoC, umumnya perangkat yang dibekali dengan SoC keluaran baru akan memiliki dukungan untuk NFC ini. Misalnya, dari lini SoC Qualcomm, SoC keluaran baru dari perusahaan ini, untuk berbagai kelas, seperti Snapdragon 425, Snapdragon 450, Snapdragon 625, Snapdragon 653, Snapdragon 810, dan lain sebagainya sudah dilengkapi dengan dukungan NFC secara “native”.

 

Seiring perkembangan penggunaan smartphone, penggunaan NFC pun menjadi makin beragam:

Connection bootstrap: NFC bisa digunakan sebagai perantara untuk melakukan pairing antar perangkat. Misalnya, untuk transfer data antar smartphone, NFC hanya akan digunakan untuk pertukaran informasi awal saja, sementara transfer data dilakukan melalui jalur lain, seperti Bluetooth atau WiFi Direct.

Contactless payment: sistem yang satu ini makin populer digunakan di luar negri, dengan memanfaatkan smartphone yang menggunakan NFC. Pengguna bisa melakukan pembayaran dengan melakukan tap smartphone ke alat tertentu, dan NFC akan memberikan data yang dibutuhkan ke alat sehingga pembayaran bisa diproses.

Otomasi berbasis NFC tag: pengguna smartphone bisa mengatur agar smartphone otomatis melakukan suatu hal ketika smartphone bertemu dengan NFC tag. NFC tag sendiri adalah perangkat NFC target/pasif. Pemanfaatan otomasi berbasis NFC tag ini misalnya, ketika berada di rumah, pengguna bisa menempelkan smartphone ke NFC tag untuk mengubah smartphone ke mode silent secara otomatis.

Nah ini terakhir yang cukup penting yaitu untuk akses informasi di smart card. Banyak sekali kartu yang dilengkapi dengan NFC yang umum digunakan di Indonesia, seperti kartu e-toll, e-money, eKTP, dan lain-lain. Memang, kartu-kartu ini tidak menyimpan info secara langsung di dalamnya. Namun, dengan NFC, kode di dalam kartu bisa dibaca dan informasi terkait dengan kartu itu bisa diambil dari Internet. Hal inilah yang membuat NFC seharusnya akan makin dibutuhkan di Indonesia karena bulan oktober pemerintah akan memberlakukan pembayaran tol secara elektronik dan kartu tol tersebut dapat melakukan pengecekan saldo menggunakan smartphone NFC bagi anda yang sering lewat tol dan lupa akan saldo e-toll.

 

Jasa Pembuatan Software