{"id":820,"date":"2018-03-29T16:57:05","date_gmt":"2018-03-29T09:57:05","guid":{"rendered":"http:\/\/izzaweb.com\/blog\/?p=820"},"modified":"2020-11-25T17:02:35","modified_gmt":"2020-11-25T10:02:35","slug":"cetak-mobil-dengan-printer-3d","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/cetak-mobil-dengan-printer-3d.html","title":{"rendered":"Cetak Mobil Dengan Printer 3D?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Membuat mainan menggunakan printer 3D sudah menjadi hal yang biasa. Namun terbayangkan tidak, apabila sebuah mobil terbuat dari printer 3D? akan sangat menarik tentunya. Sebuah manufaktur mobil elektrik di Italy yaitu XEV bekerja sama dengan perusahaan printer 3D China Polymaker untuk membuat sebuah mobil 3D, dan akhirnya mereka berhasil dengan sukses.<\/p>\n<p>kami melayani <a href=\"https:\/\/izzaweb.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jasa pembuatan website semarang<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/izzaweb.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jasa pembuatan website tangerang<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"st\"> low-speed electric\u00a0vehicle (LSEV) hampir semua di buat dari printer 3D, hanya kaca, kursi, rangka yang tetap di buat secara normal pada umumnya. Di kutip dari <em><strong>sefsed.com<\/strong><\/em> dimana penggunakan printer 3D menghasilkan efisiensi antara lain <\/span>jumlah komponen pada mobil berkurang signifikan dari 2.000 buah menjadi hanya 57 buah jika mengecualikan drivetrain. Selain itu bobotnya pun hanya 450 KG. Sementara bagi XEV, proses pengembangan menjadi lebih sederhana dan hanya memakan waktu antara 3 hingga 12 bulan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-824\" src=\"http:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/lsev-jasa-pembuatan-website.jpg\" alt=\"\" width=\"590\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/lsev-jasa-pembuatan-website.jpg 590w, https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/lsev-jasa-pembuatan-website-300x178.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 590px) 100vw, 590px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski LSEV belum diproduksi untuk saat ini, namun mobil tersebut sudah kebanjiran order. Sebanyak 7.000 unit dari Eropa, 5.000 unit dipesan oleh Poste Italiane, dan 2.000 unit oleh perusahaan ARVAL.\u201cXEV adalah proyek produksi massal pertama menggunakan printer 3D,\u201d kata CEO Polymaker, Dr. Luo Xiaofan.<\/p>\n<p>kami melayani <a href=\"https:\/\/izzaweb.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jasa pembuatan website semarang<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/izzaweb.com\/jasa-pembuatan-website-purwokerto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jasa pembuatan website purwokerto<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebenarnya, maksud saya ada banyak perusahaan lain yang menggunakan printer 3D di produksinya. Namun tidak bisa dibandingkan dengan XEV dalam hal ukuran, skala, dan intensitas.\u201d lanjutnya. Mobil elektrik kecil ini menawarkan jarak tempuh 150 km dengan kecepatan maksimum 70 km\/jam. Cukup jelas bahwa kemampuannya hanya menunjang aktivitas perkotaan. Sementara harga satu unit mobil dibanderol $7.500 atau Rp 107 juta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/izzaweb.com\/jasa-pembuatan-website-yogyakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jasa pembuatan website yogyakarta<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/izzaweb.com\/jasa-pembuatan-website-palembang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jasa pembuatan website palembang<\/a><\/p>\n<p>image source : globaltimes.cn | express.co.uk<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Membuat mainan menggunakan printer 3D sudah menjadi hal yang biasa. Namun terbayangkan tidak, apabila sebuah mobil terbuat dari printer 3D? akan sangat menarik tentunya. Sebuah manufaktur mobil elektrik di Italy&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":823,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[264,1814,1839,403,1820,1809,1863,405,400,55,1828,1833,1865,1824,1810,1837,1813,1845,1862,409,44,1812,38,1826,1868,1816,1851,1844,1831,1811,1850,1854,45,402,40,29,1842,52,33,1830,1823,1836,1832,54,1840,1866,1846,1848,404,1835,1860,1852,1825,1858,1857,1819,401,1821,1843,410,1855,34,1815,1818,1841,406,36,49,1861,1822,31,408,1834,28,1827,407,43,1847,1856,1867,48,1864,1817,1859,42,1838,1849,1829,30,51,39,47],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/820"}],"collection":[{"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=820"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1201,"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/820\/revisions\/1201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/izzaweb.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}