3 Fakta Menarik Hajar Aswad di Ka’bah

3 Fakta Menarik Hajar Aswad di Ka’bah

Bagi umat Islam, keberadaan Hajar Aswad memiliki makna yang sangat istimewa. Batu ini berada di salah satu sudut Ka’bah yang terletak di dalam kompleks Masjidil Haram di kota Mekkah.

Setiap tahun jutaan umat Muslim yang melaksanakan ibadah haji maupun umrah datang ke Masjidil Haram dan melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah. Dalam rangkaian ibadah tersebut, Hajar Aswad menjadi salah satu titik yang sangat bersejarah dan penuh makna.

Berikut tiga fakta menarik tentang Hajar Aswad yang mungkin belum banyak diketahui.


1. Dipercaya Berasal dari Surga

Salah satu fakta paling terkenal tentang Hajar Aswad adalah asal-usulnya yang diyakini berasal dari surga. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa batu ini awalnya memiliki warna putih yang sangat terang.

Namun seiring berjalannya waktu, warna batu tersebut berubah menjadi hitam. Perubahan warna ini diyakini karena Hajar Aswad menyerap dosa-dosa manusia yang menyentuhnya. Hal ini menjadikan batu tersebut sebagai simbol spiritual yang mengingatkan umat Islam untuk selalu bertaubat dan memperbaiki diri.

2. Dipasang Saat Pembangunan Ka’bah

Fakta menarik lainnya adalah bahwa Hajar Aswad dipasang pada saat pembangunan kembali Ka’bah oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Ismail.

Ketika pembangunan Ka’bah hampir selesai, batu tersebut ditempatkan di salah satu sudut bangunan Ka’bah. Posisi ini kemudian menjadi penanda titik awal dan akhir bagi jamaah yang melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah.

Hingga sekarang, setiap putaran tawaf selalu dimulai dari arah Hajar Aswad.

3. Sunnah untuk Dicium Saat Tawaf

Fakta menarik lainnya adalah bahwa mencium atau menyentuh Hajar Aswad merupakan sunnah yang dianjurkan ketika melakukan tawaf di Masjidil Haram.

Namun karena jumlah jamaah yang sangat banyak, tidak semua orang dapat mendekati batu tersebut. Oleh karena itu, jika tidak memungkinkan untuk mencium atau menyentuhnya, jamaah cukup mengangkat tangan ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan takbir.

Hal ini tetap dianggap mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ ketika melakukan tawaf.


Kesimpulan

Hajar Aswad merupakan salah satu bagian paling bersejarah dari Ka’bah di Masjidil Haram. Batu ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam.

Mulai dari asal-usulnya yang diyakini berasal dari surga, keterkaitannya dengan pembangunan Ka’bah, hingga sunnah mencium batu tersebut saat tawaf, semuanya menjadikan Hajar Aswad sebagai salah satu simbol penting dalam perjalanan ibadah umat Islam ke Tanah Suci.


Jika Anda memiliki impian untuk melihat langsung Ka’bah dan merasakan suasana ibadah di Masjidil Haram, kini saatnya merencanakan perjalanan umrah Anda dengan lebih matang. Pilih biro perjalanan yang terpercaya agar ibadah berjalan dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Rima Tour, biro umrah yang siap membantu mewujudkan impian Anda beribadah di Tanah Suci. Segera hubungi Rima Tour untuk mendapatkan informasi paket umrah terbaik, jadwal keberangkatan, serta fasilitas lengkap bagi para jamaah.

Wujudkan perjalanan spiritual Anda ke Tanah Suci bersama Rima Tour sekarang juga!