Facial Recognition adalah teknologi yang digunakan untuk mengenali wajah manusia secara digital. Sebuah sistem facial recognition bekerja dengan cara memetakan, menganalisa, lalu mengkonfirmasi wajah seseorang baik itu melalui foto atau video. Sejarah teknologi facial recognition sendiri sudah berjalan semenjak awal komputer modern mulai digunakan. Di tahun 1960 ilmuwan Woodrow Wilson Bledsoe asal Amerika pertama kali mengembangkan sistem komputer yang dapat mengenali wajah seseorang melalui foto. Kemudian di tahun 1993, Defense Advanced Research Project Agency (DARPA), sebuah badan pertahanan nasional Amerika mengembangkan lebih lanjut fitur facial recognition tersebut untuk digunakan sebagai alat keamanan yang dapat digunakan untuk mengkonfirmasi identitas tentara dan personel keamanan di instalasi sensitif mereka.
Sama seperti internet, yang juga merupakan teknologi besutan DARPA, hasil pengembangan teknologi facial recognition ini juga mulai beredar di masyarakat. Pada awalnya hanya agensi keamanan dan perusahaan besar saja yang menerapkan sistem facial recognition karena perlunya perangkat besar dengan kekuatan komputasi yang mumpuni untuk menjalankan sistem tersebut. Namun seiring dengan perkembangan teknologi komputasional yang semakin maju, semakin kecil pula perangkat yang dapat menjalankan sistem facial recognition. Akhirnya di tahun 2015, Google dengan Android Trusted Face dan Microsoft dengan Windows Hello membawa fitur facial recognition ke device pribadi seukuran ponsel sebagai fitur keamanan standar perangkat. Dengan diterapkannya teknologi facial recognition di ke pasar konsumen bebas, posibilitas penggunaan facial recognition pun menjadi lebih luas, di luar dari fungsi umumnya yang kebanyakan digunakan hanya sebagai security measure berbasis digital.
Facial recognition sebenarnya sudah cukup populer digunakan sebagai alat absensi. Prinsip penggunaanya sebagai alat absensi sebenarnya sama dengan prinsip kerja dasar sistem facial recognition untuk keperluan lain. Cara kerjanya dengan cara sistem akan memindai wajah karyawan, lalu mengkonfirmasi wajah tersebut dengan data foto karyawan yang sudah ada di sistem. Perbedaanya, proses konfirmasi ini terikat waktu yang nantinya akan menjadi penanda bahwa karyawan tersebut sudah melakukan proses absensi. Penggunaan Penggunaan teknologi facial recognition ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan cara tradisional seperti menggunakan mesin fingerprint maupun dengan swipe kartu akses sebagai berikut :

Bagaimana, tertarik menggunakannya?

