Melihat si kecil mendadak menutup mulut rapat-rapat atau memalingkan wajah saat sendok mendekat tentu membuat hati Bunda cemas. Fenomena yang populer dengan istilah GTM (Gerakan Tutup Mulut) ini sering kali memicu stres, tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua.
Namun, tenang dulu Bun. GTM adalah fase yang umum terjadi pada balita. Kuncinya bukan pada seberapa kuat kita memaksa, melainkan pada strategi yang tepat. Berikut adalah 10 cara ampuh mengatasi anak GTM tanpa perlu ada drama di meja makan.
1. Terapkan Feeding Rules (Aturan Makan)
Konsistensi adalah kunci. Pastikan ada jadwal makan yang teratur (3 kali makan besar dan 2 kali camilan sehat). Batasi waktu makan maksimal 30 menit. Jika anak tidak mau makan dalam waktu tersebut, akhiri sesi makan dengan tenang.
2. Ciptakan Lingkungan Tanpa Distraksi
Matikan TV, jauhkan gadget, dan simpan mainan saat jam makan. Distraksi membuat anak tidak fokus pada rasa makanan dan sinyal kenyang di perutnya. Fokuslah pada interaksi antara Bunda dan si kecil.
3. Perhatikan Tekstur dan Variasi Rasa
Terkadang anak bosan atau justru kesulitan dengan tekstur makanannya. Coba eksplorasi rasa baru atau modifikasi bentuk makanan. Misalnya, jika anak bosan nasi, Bunda bisa menggantinya dengan kentang tumbuk (mashed potato) atau pasta.
4. Sajikan Porsi Kecil tapi Sering
Melihat piring penuh makanan bisa membuat anak merasa terintimidasi. Gunakan piring kecil dengan porsi yang terlihat sedikit namun padat nutrisi. Jika habis, berikan pujian dan tawarkan tambahan.
5. Hindari Memaksa atau Memarahi
Memaksa anak makan hanya akan menciptakan trauma dan asosiasi negatif terhadap makanan. Semakin dipaksa, anak akan semakin menolak. Tetaplah tenang meski hati merasa gemas.
6. Berikan Kebebasan Memilih
Berikan anak kendali kecil, misalnya: “Adek mau makan pakai piring biru atau merah?” atau “Mau wortel dulu atau ayam dulu?”. Hal ini membuat anak merasa dihargai dan lebih bersemangat untuk makan.
7. Ajak Anak Menyiapkan Makanan
Melibatkan anak dalam proses memasak atau sekadar mencuci sayur bisa meningkatkan rasa penasaran mereka terhadap makanan tersebut. Biasanya, anak akan lebih tertarik mencicipi sesuatu yang mereka “bantu” buat.
8. Batasi Pemberian Susu dan Camilan
Seringkali anak GTM karena perutnya sudah kenyang duluan oleh susu atau biskuit di luar jam makan. Berikan air putih di antara waktu makan dan pastikan pemberian susu tidak terlalu dekat dengan jam makan utama.
9. Jadilah Contoh yang Baik
Anak adalah peniru yang hebat. Jika Bunda ingin anak makan sayur, maka Bunda juga harus makan sayur di depannya dengan ekspresi menikmati. Tunjukkan bahwa makan adalah kegiatan yang menyenangkan.
10. Evaluasi Kondisi Kesehatan
Jika GTM berlangsung terus-menerus disertai penurunan berat badan atau anak terlihat lemas, periksalah ke dokter. Bisa jadi ada penyebab medis seperti sariawan, tumbuh gigi, atau infeksi tersembunyi.
Informasi Tumbuh Kembang Anak Lebih Mudah dengan Sistem Digital Era digital menuntut sekolah dan lembaga sosial untuk transparan dan efisien. Jika Anda adalah pengelola sekolah atau lembaga zakat yang ingin membangun sistem informasi atau manajemen keuangan yang handal, kunjungi izzaweb.com. Kami ahli dalam membangun infrastruktur digital untuk masa depan pendidikan dan sosial yang lebih baik.

